Sangjit
Urutan dan Isi Seserahan Sangjit: Panduan Dua Keluarga
Apa itu sangjit, kapan diadakan, apa saja isi nampannya, dan bagaimana urutan prosesinya. Panduan ringkas supaya dua keluarga punya pegangan yang sama.

Sangjit adalah prosesi seserahan dalam adat pernikahan Tionghoa. Keluarga mempelai pria datang ke rumah mempelai wanita membawa nampan-nampan berisi hantaran, sebagai tanda keseriusan dan penghormatan kepada orang tua yang telah membesarkan calon istrinya.
Prosesinya tidak lama, tetapi hampir setiap detail punya makna. Panduan ini merangkum yang paling umum dilakukan. Adat tiap keluarga bisa berbeda, apalagi antara keluarga Hokkian, Khek, Tiociu, dan lainnya, jadi anggap ini sebagai titik awal untuk dibicarakan bersama.
Kapan sangjit diadakan
Umumnya antara satu bulan sampai satu minggu sebelum hari pernikahan, pada siang hari. Banyak keluarga memilih tanggal bersama orang tua, sebagian dengan perhitungan hari baik.
Tempatnya biasanya rumah keluarga mempelai wanita. Kalau rumah tidak memungkinkan, restoran atau ruang pertemuan juga lazim dipakai.
Berapa jumlah nampannya
Jumlah nampan selalu genap, karena angka genap melambangkan berpasangan. Yang paling sering dipakai adalah 6, 8, 10, atau 12 nampan. Jumlah ini sebaiknya disepakati dua keluarga sejak awal, karena menentukan berapa orang pembawa nampan yang dibutuhkan.
Isi nampan yang umum
- Uang susu dan uang pesta, dalam angpao. Uang susu adalah tanda terima kasih kepada ibu mempelai wanita; uang pesta untuk membantu biaya pernikahan. Sering kali hanya sebagian yang diambil.
- Pakaian atau kain untuk mempelai wanita.
- Perhiasan, biasanya satu set, yang dipakaikan kepada mempelai wanita.
- Sepasang lilin merah bermotif naga dan burung hong.
- Buah-buahan seperti jeruk dan apel, dalam jumlah genap.
- Kue dan manisan, misalnya kue mangkok dan permen.
- Makanan kaleng atau kaki babi, lambang kemakmuran. Banyak keluarga menggantinya sesuai keyakinan.
- Sepasang minuman, arak atau sampanye.
Setiap barang disiapkan berpasangan atau dalam jumlah genap, dan nampannya dihias dengan warna merah dan emas.
Urutan prosesi
- Rombongan tiba. Keluarga mempelai pria datang membawa nampan. Pembawa nampan umumnya kerabat yang belum menikah.
- Serah terima. Nampan diserahkan satu per satu sesuai urutan, dari anggota keluarga yang lebih tua, dan diterima oleh keluarga mempelai wanita.
- Nampan dibawa masuk. Keluarga mempelai wanita mengambil sebagian isi dan mengembalikan sebagian lainnya. Balasan ini menandakan bahwa kedua keluarga saling berbagi, bukan saling membeli.
- Ramah tamah. Kedua keluarga makan bersama, berbincang, dan berfoto.
- Pamit. Keluarga mempelai wanita memberi angpao kepada para pembawa nampan sebelum rombongan pulang.
Hal yang sering terlewat
- Siapa membawa nampan yang mana. Tentukan sebelum hari-H, termasuk urutan berbarisnya.
- Apa yang dikembalikan. Sepakati lebih dulu supaya tidak canggung saat prosesi.
- Angpao untuk pembawa nampan. Siapkan sesuai jumlah orang.
- Dokumentasi. Prosesinya cepat; fotografer perlu tahu urutannya supaya tidak ada momen yang terlewat.
- Tempat parkir dan jalur masuk rombongan, terutama jika diadakan di rumah.
Perlu organizer untuk sangjit?
Sangjit bisa dijalankan sendiri oleh keluarga. Namun karena melibatkan dua keluarga besar dan banyak aturan, sering kali orang tua akhirnya sibuk mengatur dan tidak sempat menikmati acaranya. Di situlah organizer membantu: menyusun rundown, mengatur barisan, dan memberi aba-aba di setiap tahap.
Kalau kamu ingin dibantu, lihat paket sangjit Red Hat Organizer. Tim yang sama juga bisa mendampingi sampai hari pernikahan.